Apakah Gas Alam Benar-Benar Ramah Lingkungan?

Posted on
  • 18 April 2011
  • by
  • Alfiandika Nmp
  • in
  • Label:

  • New York – Studi Cornell University mengungkap, gas alam dari deposit serpih jauh dari kata ramah lingkungan. Meski begitu, para pendukung menuduh peneliti itu berlebihan.
    Studi yang diterbitkan online di jurnal Climatic Change mendebat anggapan kebocoran metan selama produksi gas serpih jauh lebih berbahaya bagi lingkungan dibanding pembakaran batu bara.
    Amerika Serikat (AS) sangat kaya deposit gas dan beberapa analis menjuluki negara itu sebagai Arab Saudi gas alam. Badan Informasi Energi AS menemukan, produksi gas serpih akan menambah setengah dari keseluruhan produksi gas alam AS untuk 25 tahun mendatang.
    Ulasan online Massachusetts Institute of Technology mencatat, gas alam membakar setengah karbon dioksida saat masih berupa batu bara. Selama ekstraksi, metan dilepaskan dan hal ini jauh lebih merusak lingkungan dibanding CO2.
    Pendukung industri energi Energy in Depth mendebat studi Cornell. Pendukung mengklaim Cornell tak memiliki cukup data atas studinya. Meski begitu, ilmuwan Cornell menyalahkan industri energi atas ketidakpekaan mereka.
    Progesor energi Mark Jaccard dari Simon Fraser University mengaku, temuan Cornell tak mengejutkan dan harus diperlakukan sebagai peringatan bagi raksasa industri yang ingin mengeksploitasi gas serpih.
    "Gas serpih harus diproduksi dengan cara yang bisa menghasilkan sedikit emisi," tutupnya.


    1 komentar:

    Dayat Mc mengatakan...

    Mungkin juga gan!!

    Poskan Komentar

    Yang dah mampir di Blog Ane Jangan Lupa ninggalin KOmen ea gan.

     
    (◕‿-) Designer By Alfiandika Nur Muhammad Putra
    Sponsored By Blog Newb1e