Petualangan naik kereta api di Malaysia

Posted on
  • 26 April 2011
  • by
  • Unknown
  • in
  • Label:
  • Oleh Sigit Adinugroho

    Bagi saya, perjalanan kereta api tak ada duanya — ia menyuguhkan dunia lain di luar rumah kita dengan irama teratur, menguak satu per satu “adegan” perjalanan, serta membangun emosi dengan bumbu konflik dan klimaks. Semua itu dikemas tanpa saya harus beranjak dari tempat duduk atau cemas dengan kemacetan atau cuaca yang buruk.

    Jadi rasanya kurang lengkap bila saya mengunjungi suatu negara tanpa mencoba sistem kereta api di sana.

    Terlebih ketika saya mengunjungi Malaysia, yang jalur kereta apinya punya peran sangat penting. Dibangun pertama kali oleh Inggris, moda transportasi ini belum mati digilas pembangunan jalan raya lintas negara bagian. Ia merupakan salah satu sarana paling nyaman untuk bepergian dari Kuala Lumpur ke Singapura, atau ke Butterworth (Penang) hingga ke Bangkok, Thailand nun jauh di sana.

    Tapi ada satu jalur yang mungkin tak pernah terpikirkan, atau bahkan terlupakan, terutama oleh pengelana dari mancanegara. Yakni, jalur pesisir timur semenanjung Malaysia.

    Di jalur itu ada banyak tujuan potensial seperti Cherating, Kota Bharu, Kuantan dan pulau-pulau lepas pantai seperti Pulau Redang, Pulau Perhentian dan Pulau Tioman. Dalam perjalanan ke sana, kita juga bisa berhenti di Taman Negara dan melakukan banyak kegiatan wisata lingkungan seperti mendaki gunung, trekking, mengamati burung, memancing dan lain-lain.

    Jalur kereta api pesisir timur berawal di Gemas (di Negeri Sembilan) dan berakhir di Tumpat (Kelantan). Negara bagian Kelantan terletak di ujung utara semenanjung Malaysia dan berbatasan dengan Thailand. Jalur kereta api ini dijuluki “The Jungle Railway” karena jalurnya melewati daerah hutan hujan tropis yang padat, terutama mulai dari Gua Musang, kota kecil di selatan Kelantan sampai ke Tumpat.


    Ada dua gaya berkelana dengan The Jungle Railway. Yang pertama, Anda bisa menaiki rangkaian gerbong ekspres yang nyaman dan tanpa henti, langsung dari Kuala Lumpur, Gemas atau Singapura. Sayangnya, menurut situs Seat61, hanya ada satu jadwal yang melewati rute Gua Musang - Tumpat pada hari terang, yaitu rangkaian no. 14 atau 15 (Ekspress Sinaran Timur).

    Yang kedua, Anda bisa menaiki rangkaian gerbong reguler yang hanya punya kelas setara tingkat kelas bisnis di Indonesia. Masih dimotori lokomotif klasik, rangkaian ini berhenti di hampir setiap stasiun. Jika naik kereta api dari Tumpat atau Wakaf Bharu (Kota Bharu), kemungkinan besar Anda akan berjumpa dengan penduduk yang membawa hasil bumi untuk dijual di stasiun Gua Musang. Menarik, bukan?

    Rangkaian ekspres akan transit di Gemas sebelum melanjutkan ke Kuala Lumpur atau Singapura. Rangkaian reguler harus harus berganti kereta di Gemas. Meski rangkaian reguler makan waktu lebih banyak untuk sampai di Tumpat, namun ia menawarkan pengalaman yang jauh lebih berwarna.

    Perjalanan ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian, dengan asumsi kita berangkat dari Kuala Lumpur menuju Tumpat:

    Kuala Lumpur - GemasSemua kereta api, baik rangkaian ekspres maupun reguler harus melalui Gemas, sebuah terminal dengan fasilitas cukup baik. Terdapat penginapan dan tempat makan 24 jam di sini.

    Gemas - Jerantut/MelaJika Anda mengambil rangkaian reguler, maka Anda bisa berhenti di stasiun Jerantut atau Mela jika ingin melanjutkan ke Taman Negara. Antara Gemas dan Jerantut atau Mela, pemandangan didominasi oleh kebun kelapa sawit dan karet. Anda juga bisa melanjutkan ke Kuantan dengan berhenti di Mentakab.

    Jerantut - Gua MusangGua Musang adalah kota dekat perbatasan negeri bagian Kelantan dan Pahang. Di sini adalah perhentian besar selanjutnya. Pemandangan antara kota-kota ini barangkali adalah yang paling menarik karena rute ini membelah hutan.

    Gua Musang - TumpatAnda akan menuruni bukit dari Gua Musang ke Tumpat, yang konturnya lebih rata. Bagian perjalanan ini juga tak kalah menarik karena Anda bisa melihat lanskap yang didominasi batu gamping, bahkan stasiun Gua Musang berada tebing batu gamping. Sempatkan mampir di Kota Bharu (stasiunnya bernama Wakaf Bharu), kota yang banyak museum, kuil dan pantainya.

    Setelah Tumpat, jika ingin melanjutkan perjalanan dengan kereta api, Anda bisa pergi ke Rantau Panjang untuk menyeberang ke Sungai Kolok, sebuah kota perbatasan di Thailand yang tersambung dengan jaringan kereta api Thailand menuju Bangkok. Asyik!

    Tarif kereta api di Malaysia relatif murah. Untuk informasi terkini, silakan lihat situs web perusahaan nasional kereta api Malaysia, Keretapi Tanah Melayu Bhd. di www.ktmb.com.my.

    Sigit Adinugroho bisa dikunjungi di blog perjalanannya di www.ranselkecil.com


    1 komentar:

    tiket pesawat murah mengatakan...

    tarif kereta cukup murah,,
    apalagi kalau fasilitasnya juga mendukung,,
    mantap,,
    mengelilingi malaysia naik kereta saja,,

    Posting Komentar

    Yang dah mampir di Blog Ane Jangan Lupa ninggalin KOmen ea gan.

     
    (◕‿-) Designer By Alfiandika Nur Muhammad Putra
    Sponsored By Blog Newb1e